A partir de agora, somos Elev8
Somos mais do que apenas uma corretora. Somos um ecossistema completo de trading — tudo que você precisa para analisar, operar e crescer está em um único lugar. Pronto para aprimorar seu trading?
Somos mais do que apenas uma corretora. Somos um ecossistema completo de trading — tudo que você precisa para analisar, operar e crescer está em um único lugar. Pronto para aprimorar seu trading?
Harga batu bara ICE Newcastle front month berada di 129,90 yang tidak berubah dari penutupan hari Jumat lalu. Batu bara ini dibuka 129,90 dan sejak saat itu batu bara ini belum menunjukkan pergerakan signifikan pasca perundingan AS-Iran yang tidak membuahkan hasil.
Batu bara sempat bergerak di bawah ujung bawah kisaran sideways namun belum bisa mempertahankannya pada basis penutupan harian sejauh ini. Kisaran sideways tersebut dibatasi oleh 150,00 di sisi atas dan terendah Jumat di 129,00 berpotensi menjadi batas bawah baru jika komoditas ini tetap di atasnya. Meskipun sideways dalam jangka pendek, indikator Relative Strength Index (RSI) 14-hari berada di 41,02 mengindikasikan momentumnya sedikit bearish.
Suhu di area pelabuhan Newcastle Australia adalah sekitar 19°C dengan peluang hujan kecil pada saat berita ini ditulis. Kondisi tersebut diprakirakan tidak mengganggu proses pemuatan batu bara di pelabuhan.
Namun, ada Peringatan Gelombang Berbahaya. Meskipun ini tidak menganggu proses pemuatan baru bara, gelombang tinggi dapat menghambat keluar masuk kapal dari pelabuhan. Sehingga, perlu diperhatikan apakah peringatan ini berlangsung lama atau tidak, meskipun dampaknya pada harga tidak signifikan sejauh ini.
Perundingan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran tidak berjalan mulus pada akhir pekan lalu. Wakil Presiden AS, JD Vance, mengonfirmasi bahwa perundingan berakhir tanpa kesepatakan.
Menyusul peristiwa atas, Komando Pusat (Central Command/CENTCOM) AS berencana memblokade semua lalu lintas yang masuk dan keluar pelabuhan Iran hari ini pukul 14:00 GMT (21:00 WIB). Namun dalam keterangannya, pasukan ini membebaskan kapal-kapal yang dari atau menuju pelabuhan-pelabuhan non-Iran yang melewati Selat Hormuz. Rencana tersebut telah dikonfirmasi oleh Presiden AS, Donald Trump, melalui unggahannya di media sosial Truth.Social.
Peristiwa-peristiwa di atas membuat harga minyak West Texas Intermediate dibuka dengah gap atas dan sempat mencatatkan tertinggi hari di $98,151 di perdagangan sesi Asia. Namun demikian, batu bara tampak tidak mengekor pergerakan minyak dan malah berada di ujung bawak kisaran sideways. Komoditas ini tampaknya menantikan perkembangan lebih lanjut atas jalur lalu lintas Selat Hormuz.
Di dalam negeri, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia merilis Harga Batu Bara Acuan (HBA) untuk periode pertama April 2026 dalam Kepmen ESDM No. 135.K/MB.01/MEM.B/2026. Sebagian besar menunjukkan kenaikan dengan perincian sebagai berikut;
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Bahlil Lahadalia, turut mendampingi Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam kunjungan kenegaraan ke Rusia. Salah satu tujuannya adalah diplomasi energi, terutama untuk ketahanan energi nasional, memastikan pasokan energi di tengah geopolitik yang tidak pasti, seperti diinformasikan dalam situs Kementerian ESDM.
Ini merupakan upaya pemerintah untuk mengamankan pasokan energi di tengah ketidakpastian distribusi energi dari Timur Tengah akibat konflik antara AS-Israel dengan Iran yang dimulai akhir Februari lalu.
Jika pemerintah mengamankan pasokan energi dari Rusia, itu akan menambah diversifikasi negara pemasok energi yang sebelumnya disebutkan yaitu Angola, Nigeria, Amerika Serikat, dan negera-negara lainnya. Saat ini komposisi minyak mentah dari kawasan yang melalui Selat Hormuz sekitar 20-25%.

Minyak WTI adalah jenis minyak mentah yang dijual di pasar internasional. WTI adalah singkatan dari West Texas Intermediate, salah satu dari tiga jenis utama termasuk Brent dan Dubai Crude. WTI juga disebut sebagai "ringan" dan "manis" karena gravitasi dan kandungan sulfurnya yang relatif rendah. Minyak ini dianggap sebagai minyak berkualitas tinggi yang mudah dimurnikan. Minyak ini bersumber dari Amerika Serikat dan didistribusikan melalui hub Cushing, yang dianggap sebagai "Persimpangan Pipa Dunia". Minyak ini menjadi patokan untuk pasar minyak dan harga WTI sering dikutip di media.
Seperti semua aset, penawaran dan permintaan merupakan pendorong utama harga minyak WTI. Dengan demikian, pertumbuhan global dapat menjadi pendorong peningkatan permintaan dan sebaliknya untuk pertumbuhan global yang lemah. Ketidakstabilan politik, perang, dan sanksi dapat mengganggu pasokan dan memengaruhi harga. Keputusan OPEC, sekelompok negara penghasil minyak utama, merupakan pendorong utama harga lainnya. Nilai Dolar AS memengaruhi harga minyak mentah WTI, karena minyak sebagian besar diperdagangkan dalam Dolar AS, sehingga Dolar AS yang lebih lemah dapat membuat minyak lebih terjangkau dan sebaliknya.
Laporan inventaris minyak mingguan yang diterbitkan oleh American Petroleum Institute (API) dan Energy Information Agency (EIA) memengaruhi harga minyak WTI. Perubahan inventaris mencerminkan fluktuasi pasokan dan permintaan. Jika data menunjukkan penurunan inventaris, ini dapat mengindikasikan peningkatan permintaan, yang mendorong harga minyak naik. Inventaris yang lebih tinggi dapat mencerminkan peningkatan pasokan, yang mendorong harga turun. Laporan API diterbitkan setiap hari Selasa dan EIA pada hari berikutnya. Hasilnya biasanya serupa, dengan selisih 1% satu sama lain selama 75% waktu. Data EIA dianggap lebih dapat diandalkan, karena merupakan lembaga pemerintah. Hasilnya biasanya serupa, dengan selisih 1% dari satu sama lain selama 75% waktu. Data EIA dianggap lebih dapat diandalkan, karena merupakan lembaga pemerintah.
OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak) adalah kelompok yang terdiri dari 12 negara penghasil minyak yang secara kolektif memutuskan kuota produksi untuk negara-negara anggota pada pertemuan dua kali setahun. Keputusan mereka sering kali memengaruhi harga minyak WTI. Ketika OPEC memutuskan untuk menurunkan kuota, pasokan dapat diperketat, sehingga harga minyak naik. Ketika OPEC meningkatkan produksi, efeknya justru sebaliknya. OPEC+ mengacu pada kelompok yang diperluas yang mencakup sepuluh anggota non-OPEC tambahan, yang paling menonjol adalah Rusia.