Artık bundan sonra biz Elev8’iz

Biz yalnızca bir aracı kurumdan fazlasıyız. Analiz etmek, işlem yapmak ve büyümek için ihtiyacınız olan her şeyi tek bir yerde sunan, hepsi bir arada bir işlem ekosistemiyiz. İşlem deneyiminizi bir üst seviyeye taşımaya hazır mısınız?

Rupiah Masih Berusaha Mendekati 17.000, Pasar Menanti BI dan Data AS

  • Rupiah tertekan ke 16.984 di tengah penguatan Dolar AS.
  • Bank Indonesia diprakirakan tahan suku bunga di 4,75%.
  • Ketegangan global dan data AS menjaga tekanan eksternal.

Pada perdagangan Selasa di awal sesi Eropa, rupiah tertekan mendekati level psikologis 17.000 per dolar AS, dengan USD/IDR diperdagangkan di kisaran 16.984. Arah ini memperlihatkan bahwa tekanan eksternal masih mendominasi, meski Bank Indonesia terus hadir di pasar valas untuk menahan pelemahan agar tidak menembus batas kunci tersebut.

Di saat yang sama, Dolar AS menunjukkan penguatan lanjutan. Indeks Dolar AS (DXY) kembali naik dan mendekati area resistance di sekitar 100, mencerminkan permintaan dolar yang tetap kuat. Kondisi ini secara langsung membatasi ruang penguatan rupiah, sekaligus menandakan bahwa pasar global masih cenderung menempatkan dolar sebagai aset pilihan di tengah ketidakpastian.

Fokus pasar kini tertuju pada keputusan suku bunga Bank Indonesia yang dijadwalkan rilis hari ini. Konsensus memprakirakan BI Rate akan tetap dipertahankan di 4,75%, dengan Deposit Facility di 3,75% dan Lending Facility di 5,50%. Sikap ini mengindikasikan pendekatan hati-hati bank sentral dalam menjaga stabilitas rupiah, sejalan dengan upaya menyeimbangkan tekanan eksternal dan kondisi domestik.

Dari sisi global, ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih membentuk lanskap risiko yang kompleks. Ekspansi operasi darat Israel di selatan Lebanon, di tengah konflik yang lebih luas dengan Iran, menjaga permintaan terhadap aset safe-haven tetap tinggi. Kondisi ini memperkuat dolar dan membuat pelaku pasar cenderung menahan eksposur pada aset berisiko, termasuk mata uang emerging markets seperti rupiah.

Di tengah panasnya geopolitik, menurut laporan Reuters dan detikFinance, pemerintah tengah menyiapkan langkah efisiensi anggaran untuk menjaga disiplin fiskal. Presiden Prabowo Subianto menegaskan batas defisit APBN tetap di 3% terhadap PDB dan hanya akan disesuaikan dalam kondisi darurat besar. Kebijakan ini memberi sinyal bahwa stabilitas fiskal tetap menjadi prioritas, meski tekanan eksternal meningkat.

Sementara itu, pelaku pasar juga menunggu rangkaian data ekonomi Amerika Serikat yang akan dirilis malam ini, termasuk data ketenagakerjaan ADP, penjualan rumah tertunda, serta laporan anggaran bulanan. Data-data ini akan menjadi referensi penting bagi investor dalam menyusun ulang ekspektasi terhadap arah kebijakan Federal Reserve, yang pada akhirnya akan menentukan arah pergerakan dolar dan mata uang global ke depan.

Indikator Ekonomi

Tingkat Suku Bunga Bank Indonesia

Keputusan Tingkat Suku Bunga diumumkan oleh Bank Indonesia. Kebijakan Moneter mengacu pada tindakan yang dilakukan oleh otoritas moneter suatu negara, bank sentral atau pemerintah untuk mencapai tujuan tertentu dalam ekonomi nasional. Hal ini didasarkan pada hubungan antara suku bunga di mana uang dapat dipinjam dan pasokan total uang.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Sel Mar 17, 2026 07.30

Frekuensi: Tidak teratur

Konsensus: 4.75%

Sebelumnya: 4.75%

Sumber: Bank Indonesia

GBP/JPY Naik Mendekati 212,00, Para Investor Menunggu Kebijakan Moneter BoJ-BoE

Pasangan mata uang GBP/JPY naik mendekati 212,00 selama sesi perdagangan Eropa awal pada hari Selasa
Devamını oku Previous

AUD/USD: RBA Menaikkan Suku Bunga tetapi Mata Uang Berkinerja Buruk – Commerzbank

Volkmar Baur dari Commerzbank menyoroti bahwa Reserve Bank of Australia telah melakukan kenaikan suku bunga kedua tahun ini, tetapi AUD/USD tetap di bawah 0,71 dan bergejolak
Devamını oku Next